Al Faroby Institute, Pakamban Laok, Pragaan Sumenep

Al Faroby Institute, Pakamban Laok, Pragaan Sumenep



Berawal dari sebuah perkumpulan Ikatan Mahasiswa Pakamban Laok (IMP) yang dibentuk pada tahun 2007. Miftahul Walid merupakan sosok yang mempelopori terbentuknya ikatan ini. Semua anggota IMP merupakan penduduk asli desa pakamban laok yang merupakan mahasiswa beda kampus.

Tujuan dibentuknya ikatan ini adalah untuk memberikan konstribusi dalam pendidikan di desa Pakamban Laok. Program utama yang dijalankan saat itu adalah bimbingan belajar (bimbel). Saat itu bertepatan dengan bulan ramadhoan. Sekolah dan kuliah yang sedang libur, hal dimanfaatkan oleh para pemuda untuk berkumpul dan meberikan bimbel. Materi yang diberikan dalam bimbel ini berdasarkan keinginan dan usul dari masyarakat sekitar. Sehingga materi yang diberikan sesuai dengan kebutuhan masyarakat Pakamban Laok saat itu.

Pada akhir bulan dilakukan proses penutupan bimbel. Akan tetapi, terlintas dalam pikiran anggota IMP untuk membuat ikatan ini menjadi resmi namun independen tanpa ikatan terselubung. Sehingga adakan rembukan pada tanggal 27 Ramadhan untuk mengadakan kesepakatan nama-nama yang akan digunakan dalam ikatan tersebut.

Akhirnya seluruh pengurus dan anggota sepakat untuk menyetujui nama Al Faroby Institute. Nama ini diambil karena saat itu, nama yang dapat dengan mudah disingkat sebagai “alfisahrii..” (malam seribu bulan) adalah Alfin (Al Faroby Institute) dengan maksud semoga adanya ikatan ini dapat menjadi berkah untuk desa.

Struktur Kepengurusan :
            Pembentukan kepengurusan diadakan setiap 3 tahun sekali untuk menentukan ketua, sekretaris dan bendahara.
Periode 1 :
Ketua              : Nyai Sarifah
Sekretaris       : Fauzi
Bendahara     : Ainul
Periode 2 :
Ketua              : Muhammada Rizky
Sekretaris      : Johan
Bendahara     : Ainul

Periode 3 :
Ketua              : Johan
Sekretaris      : Nyai Sarifah
Bendahara     : Ainul

Majelis
Kurikulum
Humas, (Human Resourcing untuk menampung keinginan masyarakat)

Tujuan :
Memberikan konstibusi untuk desa Pakamban Laok tidak hanya edukatif secara teoritis tetapi juga secara praktis.

Sasaran :
Siswa SD, dengan memaksimalkan dalam dunia pendidikan.
Siklus keuangan :
Uang pendaftaran peserta Al Faroby Institute (Rp. 100.000,- tetapi untuk warga pakamban laok mendapat diskon 50%)
Dari desa berdasarkan proposal
Donatur (alumni)

Program Pendidikan :
selama 1 bulan penuh.
Materi yang di ajarkan :
sesuai usulan dan kebutuhan pemuda pemudi (lalu di usulkan ke Disnaker untuk kerja sama).
Kunjungan Terbaru :


Kunjungan dari KBRI Indonesia untuk Tanzania (Mr. Amirullah (kuliah dan aktivitas di Kairo)) sebagai pemateri dalam mengisi materi motivasi bersama mahasiswa Kairo.

0 komentar: